13 Maret 2013

Belajar Desain: Ikut Kontes

Layar Home browser Chrome menayangkan shortcut ke situs 99designs. Sudah sejak pertengahan Januari shortcut itu bertengger di sana. Sejak itu pula saya lebih banyak bermain-main dengan Photoshop daripada dengan Word. Tentu, ada fase di mana saya kembali suntuk dengan Word, tetapi sejak akhir Februari, Photoshop memenuhi hari-hari saya.

Setelah empat tahun aktif di internet sebagai penulis dan blogger, yang text-based, sejak pertengahan Januari itu minat saya bergeser ke desain web. Setiap hari saya bermain-main dengan Photoshop, sesekali diselingi Illustrator dan Corel. Tentu saja pekerjaan terjemahan, yang “sudah jelas duitnya”, terbengkalai.

30 Januari 2013

Paolo Rossi


Beberapa pemain mampu mengendalikan pertandingan dengan keterampilan mereka yang luar biasa. Para pemain yang lain menonjol berkat kekuatan fisik. Paolo Rossi tidak masuk ke dalam satu pun dari kedua kategori tersebut.

Paolo Rossi tampil di lapangan cukup sebagai pencetak gol saja. Pada Piala Dunia FIFA 1978 di Argentina, dan terlebih lagi di Spanyol 1982, dia mengkombinasikan gerakan yang ekonomis, penempatan posisi yang sempurna, dan oportunisme kelas wahid untuk menjadi salah satu striker terbaik di planet sepakbola.

29 Januari 2013

Hugo Sanchez


Hanya ada sedikit penyerang tengah dalam sejarah sepakbola yang dapat menyamai rekor Hugo Sanchez. Dia adalah top scorer lima kali di liga Spanyol dalam lima musim yang berbeda dan pernah menjadi pencetak gol terbanyak Mexico. Dia juga memenangi Sepatu Emas Eropa, mewakili negaranya dalam tiga putaran final Piala Dunia FIFA, dan masuk dalam Tim Sepanjang Masa Real Madrid. Kalau itu belum cukup, Anda harus menyebut tendangan kalajengkingnya.

Yang tidak banyak diketahui orang dari Hugol – salah satu julukannya – adalah bahwa dia memulai karirnya sebagai pemain sayap kiri di klub pertamanya, Pumas UNAM, sebelum pelatihnya yang juga legendaris, Bora Milutinovic, memutuskan untuk memindahkannya ke posisi ujung tombak. Selebihnya adalah sejarah.

28 Januari 2013

Florian Albert


Revolusi Hongaria 1956 mencabik-cabik Hongaria dan tim nasional sepakbolanya, yang sampai saat itu hanya kalah satu kali saja dalam 52 pertandingan. Zoltan Czibor, Ferenc Puskas, dan Sandor Kocsis mencari suaka ke Spanyol. Karena mereka tidak ada para pendekar ini, tim nasional Hongaria kandas di fase pertama Piala Dunia FIFA1958. Lalu mereka dikalahkan Uni Soviet dalam pertandingan pembuka kualifikasi Piala Eropa UEFA 1960.

Hongaria membutuhkan seorang ksatria baru dengan senjata yang benar-benar ampuh. Seorang pangeran muda menjadi penyelamat dalam situasi darurat itu. Florian Albert baru berusia 17 tahun ketika ia secara mengejutkan ikut bertanding dalam pertandingan persahabatan melawan Swedia pada 1959. Refleks penyerang ini menjadi teror bagi runner-up Piala Dunia FIFA itu: ia berhasil mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2 untuk Hongaria.

27 Januari 2013

Jose Moreno


Menurut koran-koran pada dekade 30-an dan 40-an, ia merevolusi permainan sepakbola. Mereka yang pernah bertemu dengannya secara langsung mengklaim bahwa ia setara dengan Pele, Diego Maradona, dan Alfredo di Stefano. Bagi kebanyakan orang, ia adalah sensasi baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia punya catatan panjang dengan sejumlah wanita pengagum yang tertarik dengan kumisnya yang licin dan rambutnya yang mengkilap.

Pemain tersebut adalah sang penghibur dari Argentina, Jose Manuel Moreno, sosok terkemuka pada masa-masa awal kejayaan sepakbola. Kini, ia dikenang sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Berjuluk El Charro (Si Orang Mexico), Moreno memperoleh status tersebut walaupun tidak pernah bermain dalam putaran final Piala Dunia FIFA manapun. Generasi yang lebih muda juga tidak dapat menyaksikannya beraksi secara langsung. Namun, kini kita bisa menemukan aksi-aksinya selama masa kejayaan River Plate dengan cukup mudah di internet.

24 Januari 2013

Josef Masopust

Ketika Josef Masopust mendaftar di sebuah hotel di Chili pada 1962, nama depan dan belakangnya salah dieja. Pemain tengah Cekoslowakia ini memang datang ke Piala Dunia FIFA dengan identitas yang salah. Namun, ketika dia pulang ke Praha dari perhelatan sepakbola terbesar itu, semua orang telah mengenal siapa dirinya.

Pada saat itu, Masopust telah berhasil mengubah dirinya dari semacam penjahat nasional – sebagai akibat dari keanggotaannya dalam klub sepakbola yang diprakarsai tentara komunis – menjadi sebuah ikon Ceko abadi. Dia membawa tim asuhan Rudolf Vytlacil ke partai puncak dan mengancam raksasa Brasil dengan mencetak gol pembuka di partai final itu.

23 Januari 2013

Michael Laudrup

Siapa pemain jenius yang tidak pernah turut berperan serta dalam kejayaan negerinya namun masih mampu meninggalkan jejak yang sangat mendalam dalam sejarah sepakbola? Tetapi mungkin seorang jenius tidak diukur dari berapa banyak trofi yang dikoleksinya hingga akhir karirnya.

Karir Michael Laudrup menunjukkan, keterampilan berbicara lebih lantang daripada gelar dan penghargaan. Walaupun pemain terbesar Denmark ini tidak ikut serta dalam kemenangan di EURO 1992, dia tetap memperoleh pengakuan tertinggi dari insan sepakbola di negerinya dan seluruh dunia.